Wednesday, January 16, 2013

Cerpen''KARMA''Oleh:Nitha Karunia

Suasana menjelang sore,seorang perempuan kecopetan dompetnya dan berteriak minta pertolongan,laki-laki berkulit putih dan tubuh yang tinggi,segera lari mencari copetnya, lima menit kemudian laki-laki itu menemui wanita yang telah kecopetan tadi lalu memberikan dompetnya,mereka bernama mira dan deni,ucapan terimakasih tak henti mira ucapkan pada deni,sebagai tanda terimakasih mira pun mentraktir deni makan,tolakan sempat di sampaikan deni,namun mira tetap memaksa deni untuk menerima permintaanya,akhirnya deni pun makan bersama mira,hingga mereka saling berkenalan dan bertukar nomor ponsel,satu jam kemudian mereka pulang dan deni mengantarkan mira ke rumahnya, selama perjalanan tentunya mereka bercerita banyak. Malam tiba,mira yang biasa membaca buku mata pelajaran kuliahnya ,tak biasa membaca bukunya hanya sebentar, tiba-tiba mira teringat hari tadi saat bersama deni,hari yang sangat indah menurutnya,deni bagaikan super hero pada hari itu,lalu mira bermaksud untuk mengirim pesan singkat pada deni,tiba tiba ponsel mira bunyi tanda pesan masuk,’’kring’’kring’’,,,,ternyata deni lebih dulu menghubungi mira lewat pesan singkat,mira sangat senang,,’’kenapa ya ko bisa kita sms barengan,jodoh kali yaaa’’ dalam benak mira,…. Pagi pun tiba mira seperti biasa pergi kuliah,saat menuju ruang kampusnya tiba tiba terdengar suara memanggil-manggil nama Mira,,mira kaget ketika mira menoleh ke belakang,terlihat seorang laki-laki tersenyum dan melambaikan tangannya,laki-laki itu pun berjalan menuju mira, ’’,dddddddddeeenniiiii,,,’’ sahut mira, ’’kamu kuliah disini jugaa mir??’’tanya deni,,,,, ’’iya,,ko kamu ada disini?’’jawab mira,, ’’aku baru masuk di kampus ini’’ Percakapan pun berlangsung lama,,,,,,,,,hingga pertemuan menjadi hal yang sering mereka lakukan,hari demi hari merekapun merasakan gejolak asmara yang merekah atas pertemuannya,mereka saling mencintai dan hingga dua tahun kemudian mereka masih menjalin hubungan percintaanya,mira yang sangat menyayangi deni begitu juga deni yang selalu setia terhadap mira,dalam perjalanan hubungannya mereka selalu di bumbui dengan pahit manisnya cobaan yang menimpa hubungannya,namun mereka tetap bertahan dalam cintanya,dan deni pun bermaksud melanjutkan hubungannya sampai jenjang pernikahan,suatu hari deni berkumpul dengan teman laki-laki sekampusnya,mereka berbicara bahwasannya mira sudah tak perawan lagi sebelum dia menjalin hubungan bersama deni,mendengar itu dalam hati deni sangat marah dan segera menemui mira,mendengar pertanyaan deni mira sangat kaget dan mira berusaha menjelaskan pada deni bahwa belum ada yang mengambil keperawanan mira, ’’aku tak tau harus percaya sama siapa,pembicaraan mereka sangat meyakinkan,aku akan sangat kecewa jika kamu tak jujur padaku,aku akan sakit jika kamu masih tak mau terbuka dengan ku’’ucap deni ’’percayalah sayang,,belum ada satu orangpun yang mengambil keperawananku’’jawab mira,,,,,akhirnya deni percaya akan mira.. Dua bulan kemudian deni bermaksud melamar mira,dengan senangnya mira menerima lamaran deni,sangat bahagia yang mereka rasakan dan sebelum mereka menikah deni menitipkan dua lembar kertas bersifat rahasia mengenai kesuksesan bisnisnya karena menurutnya deni sangat ceroboh,lebihnya lagi banyak yang menyaingi deni di kantornya,makanya deni mempercayakan mira untuk menyimpan surat itu, lima bulan kemudian mereka menikah,malam pertama pun tiba dan keesokan harinya sikap deni sangat dingin terhadap mira,, ’’kamu kenapa,apakah ada yang salah dengan diriku’’,,,,,,Tanya mira,,deni hanya terdiam tanpa sepatah kata pun ia keluarkan dari mulutnya, ‘’kamu kenapa dingin seperti ini padaku’’tanya mira kembali dengan sedikit nada tinggi…. ’’aku menyayangimu sejak dulu,kenapa kamu tak mau jujur dengan ku,kenapa kamu tutupi semua kebohonganmu,jika kamu jujur sejak dulu mungkin jadinya tak akan seperti ini’’…mendengar itu tubuh mira lemah dan menangis terisak-isak ’’maafkan aku,,aku sudah berohong mengenai hal ini,,aku lakukan ini karena aku takut kehilangan kamu’’,,, ’’ya sudahlah,semuanya sudah terjadi’’ucap deni dengan nada kecewa,,,,,,,, Hari demi hari sikap deni masih sangat dingin terhadap mira,mira hanya bisa menangis dengan kata maaf yang ia ucapkan dari mulutnya,apapun mira lakukan untuk membuat deni memaafkannya,hanya satu yang tak mira lakukan, melayani deni saat malam karena setelah kejadian itu sangat jarang deni berada di rumah,deni selalu menghabiskan malamnya dikantor tempatnya bekerja,setiap malamnya mira selalu menunggu deni pulang,hingga pukul satu malam mira belum tidur karena menunggu deni,,pagi pun tiba deni pulang , ’’kamu kemana aja semalam mass?katamu malam tadi kamu akan pulang????tanya mira,,, dengan nada marah deni menjawab’’bukan urusan kamu’kamu urusi saja laki-laki yang kamu cintai dulu’’ ,,mira menangis’’mas aku minta maaf’’,, ’’mendingan sekarang kamu siapkan baju untukku aku mau pergi kerja lagi’’suruh deni,, ’’bukankah semalam mass udah kerja,sekarang waktunya mas istirahat?’’,,,,, ’’CEPAT’’suruh deni,,,,,,segeralah mira mengambilkan bajunya dan berangkatlah deni,sarapan yang mira sediakan lagi lagi tak sedikitpun deni sentuh,,, Tak tahu kenapa mira sering sakit-sakitan,keluar darah dari hidung menjadi hal biasa terhadap mira,dan tak jarang pula mira pergi ke dokter, begitu juga sikap deni semakin hari semakin berubah terhadap mira,dalam keadaan lemahpun mira selalu menyediakan apapun yang di butuhkan suaminya, dan mengantar makanan ke kantor adalah hal yang biasa mira lakukan, meskipun deni tak pernah memakan makanan yang mira antar untuknya,meskipun seperti itu namun tak henti-hentinya mira lakukan hal itu tepatnya pukul 10 siang adalah jam mira mengantar makananya, mira selalu sabar dan tabah menghadapi sikap suaminya,hingga suatu hari mira sedang tertidur lemah karena sakit ,terdengar suara perempuan berbisik lemah di kamar tamu rumahnya,mira segera bangun dengan keadaan yang sangat lemah lalu membuka pintu kamar yang terdengar bisikan perempuan ,mira sangat terkejut melihat deni bersama perempuan lain sedang melakukan hal layaknya hubungan suami istri,,,, ’’maaaass,kenapa tega lakukan itu’’ucap mira…’’wajah tak berdosa Nampak dalam muka deni begitu juga wanita yang melayani deni,, ’’oooohhh,,jadi ini mas wanita yang sudah ngebohongin dan ngehianatin mas’’ucap wanita itu,,mira hanya bisa menangis,,deni dan wanita itu pun segera meninggalkan rumah,,,,,,mira hanya bisa berdoa dan tak mampu sedikitpun mira mengucapkan kata cerai,begitu juga deni,namun deni selalu melakukan hal supaya membuat mira mengucapkan kata cerai terlebih dahulu,namun mira tetap mempertahankan hidup bersama deni. Suatu hari tepatnya pukul 10,deni merasa dalam hatinya bahwa hari itu ada yang kurang dengan dirinya,deni pun ingat ternyata mira tak mengantarkan makanan untuknya,meskipun ia tak pernah memakan makanan itu namun deni merasa kurang karena hari itu tak ada kebiasaan yang selalu deni saksikan di jam itu,baru kali itu mira tak mengantar makanan untuk suaminya,,dalam benak deni ‘’akhirnya dia nyerah juga dengan sikapku,ini yang aku tunggu dari dulu’’ Tepatnya pukul 12 siang deni bermaksud pulang untuk mengambil surat yang pernah ia titipkan dulu sebelum mereka menikah,setibanya di rumah deni sangat senang karena rumahnya telah sepi dan tak ada mira lagi di rumahnya,sesampainya di kamar deni melihat mira tergeletak di pinggir lemari tempat menyimpan surat itu,segera deni melihat keadaan mira dan mira sudah tak bernyawa lagi,dengan sebuah pena yang masih ia pegangnya dan kertas di pinggirnya mira menuliskan pesan terakhirnya untuk deni’’maafkan aku mass,aku tak mengantarkanmu makanan tadi pagi dan maafkan aku,aku tak bisa menjaga amanahmu dengan baik,surat itu ada yang ngambil tepatnya pukul 10 tadi’’dengan tulisan yang menandakan dirinya sangat lemah untuk menuliskan pesan itu,tubuh deni bergetar disertai keringat yang tak menentu,kemudian deni mencoba menghubungi dokter menggunakan ponsel mira karena ponselnya ketinggalan di kantornya,dalam kontaknya terdapat nomor ponsel dengan nama ‘’dokter langganan’’segera deni menghubungi nomor itu dan tak lama kemudian tibalah dokter di rumahnya,,,melihat mira yang sudah meninggal dunia dokter berkata’’isteri yang sholehah’’,,,,,, ’’dokter kenal istri saya???’’tanya deni, ’’yaa,,saya kenal ,dia pasienku,setiap tiga hari sekali ibu mira datang padaku untuk memeriksa penyakit kankernya’’jawab dokter,,,,,,,,,,,, dengan kaget sahut deni’’apa dok???isteri saya punya penyakit kanker??’’,,,,, ’’iya betul,kenapa anda tidak tau dengan keadaan istri anda sendiri’’……………..air mata tak hentinya keluar dari mata pengusaha itu,maafkan aku,aku telah menyia-nyiakan kamu,,aku telah menyakiti kamu,tanpa aku sadar akupun telah melakukan hal serupa dulu sepertimu,,mungkin ini balasannya untukku,,maafkan akuuuu,,,,,deni hanya bisa menangis dan menyesali perbuatannya,,,

CERPEN PERCINTAAN: Cerpen"KARMA"Oleh:Nitha Karunia

CERPEN PERCINTAAN: Cerpen"KARMA"Oleh:Nitha Karunia: Suasana menjelang sore,seorang perempuan kecopetan dompetnya dan berteriak minta pertolongan,laki-laki berkulit putih dan tubuh yang tinggi,...

Cerpen"KARMA"Oleh:Nitha Karunia

Suasana menjelang sore,seorang perempuan kecopetan dompetnya dan berteriak minta pertolongan,laki-laki berkulit putih dan tubuh yang tinggi,segera lari mencari copetnya, lima menit kemudian laki-laki itu menemui wanita yang telah kecopetan tadi lalu memberikan dompetnya,mereka bernama mira dan deni,ucapan terimakasih tak henti mira ucapkan pada deni,sebagai tanda terimakasih mira pun mentraktir deni makan,tolakan sempat di sampaikan deni,namun mira tetap memaksa deni untuk menerima permintaanya,akhirnya deni pun makan bersama mira,hingga mereka saling berkenalan dan bertukar nomor ponsel,satu jam kemudian mereka pulang dan deni mengantarkan mira ke rumahnya, selama perjalanan tentunya mereka bercerita banyak. Malam tiba,mira yang biasa membaca buku mata pelajaran kuliahnya ,tak biasa membaca bukunya hanya sebentar, tiba-tiba mira teringat hari tadi saat bersama deni,hari yang sangat indah menurutnya,deni bagaikan super hero pada hari itu,lalu mira bermaksud untuk mengirim pesan singkat pada deni,tiba tiba ponsel mira bunyi tanda pesan masuk,’’kring’’kring’’,,,,ternyata deni lebih dulu menghubungi mira lewat pesan singkat,mira sangat senang,,’’kenapa ya ko bisa kita sms barengan,jodoh kali yaaa’’ dalam benak mira,…. Pagi pun tiba mira seperti biasa pergi kuliah,saat menuju ruang kampusnya tiba tiba terdengar suara memanggil-manggil nama Mira,,mira kaget ketika mira menoleh ke belakang,terlihat seorang laki-laki tersenyum dan melambaikan tangannya,laki-laki itu pun berjalan menuju mira, ’’,dddddddddeeenniiiii,,,’’ sahut mira, ’’kamu kuliah disini jugaa mir??’’tanya deni,,,,, ’’iya,,ko kamu ada disini?’’jawab mira,, ’’aku baru masuk di kampus ini’’ Percakapan pun berlangsung lama,,,,,,,,,hingga pertemuan menjadi hal yang sering mereka lakukan,hari demi hari merekapun merasakan gejolak asmara yang merekah atas pertemuannya,mereka saling mencintai dan hingga dua tahun kemudian mereka masih menjalin hubungan percintaanya,mira yang sangat menyayangi deni begitu juga deni yang selalu setia terhadap mira,dalam perjalanan hubungannya mereka selalu di bumbui dengan pahit manisnya cobaan yang menimpa hubungannya,namun mereka tetap bertahan dalam cintanya,dan deni pun bermaksud melanjutkan hubungannya sampai jenjang pernikahan,suatu hari deni berkumpul dengan teman laki-laki sekampusnya,mereka berbicara bahwasannya mira sudah tak perawan lagi sebelum dia menjalin hubungan bersama deni,mendengar itu dalam hati deni sangat marah dan segera menemui mira,mendengar pertanyaan deni mira sangat kaget dan mira berusaha menjelaskan pada deni bahwa belum ada yang mengambil keperawanan mira, ’’aku tak tau harus percaya sama siapa,pembicaraan mereka sangat meyakinkan,aku akan sangat kecewa jika kamu tak jujur padaku,aku akan sakit jika kamu masih tak mau terbuka dengan ku’’ucap deni ’’percayalah sayang,,belum ada satu orangpun yang mengambil keperawananku’’jawab mira,,,,,akhirnya deni percaya akan mira.. Dua bulan kemudian deni bermaksud melamar mira,dengan senangnya mira menerima lamaran deni,sangat bahagia yang mereka rasakan dan sebelum mereka menikah deni menitipkan dua lembar kertas bersifat rahasia mengenai kesuksesan bisnisnya karena menurutnya deni sangat ceroboh,lebihnya lagi banyak yang menyaingi deni di kantornya,makanya deni mempercayakan mira untuk menyimpan surat itu, lima bulan kemudian mereka menikah,malam pertama pun tiba dan keesokan harinya sikap deni sangat dingin terhadap mira,, ’’kamu kenapa,apakah ada yang salah dengan diriku’’,,,,,,Tanya mira,,deni hanya terdiam tanpa sepatah kata pun ia keluarkan dari mulutnya, ‘’kamu kenapa dingin seperti ini padaku’’tanya mira kembali dengan sedikit nada tinggi…. ’’aku menyayangimu sejak dulu,kenapa kamu tak mau jujur dengan ku,kenapa kamu tutupi semua kebohonganmu,jika kamu jujur sejak dulu mungkin jadinya tak akan seperti ini’’…mendengar itu tubuh mira lemah dan menangis terisak-isak ’’maafkan aku,,aku sudah berohong mengenai hal ini,,aku lakukan ini karena aku takut kehilangan kamu’’,,, ’’ya sudahlah,semuanya sudah terjadi’’ucap deni dengan nada kecewa,,,,,,,, Hari demi hari sikap deni masih sangat dingin terhadap mira,mira hanya bisa menangis dengan kata maaf yang ia ucapkan dari mulutnya,apapun mira lakukan untuk membuat deni memaafkannya,hanya satu yang tak mira lakukan, melayani deni saat malam karena setelah kejadian itu sangat jarang deni berada di rumah,deni selalu menghabiskan malamnya dikantor tempatnya bekerja,setiap malamnya mira selalu menunggu deni pulang,hingga pukul satu malam mira belum tidur karena menunggu deni,,pagi pun tiba deni pulang , ’’kamu kemana aja semalam mass?katamu malam tadi kamu akan pulang????tanya mira,,, dengan nada marah deni menjawab’’bukan urusan kamu’kamu urusi saja laki-laki yang kamu cintai dulu’’ ,,mira menangis’’mas aku minta maaf’’,, ’’mendingan sekarang kamu siapkan baju untukku aku mau pergi kerja lagi’’suruh deni,, ’’bukankah semalam mass udah kerja,sekarang waktunya mas istirahat?’’,,,,, ’’CEPAT’’suruh deni,,,,,,segeralah mira mengambilkan bajunya dan berangkatlah deni,sarapan yang mira sediakan lagi lagi tak sedikitpun deni sentuh,,, Tak tahu kenapa mira sering sakit-sakitan,keluar darah dari hidung menjadi hal biasa terhadap mira,dan tak jarang pula mira pergi ke dokter, begitu juga sikap deni semakin hari semakin berubah terhadap mira,dalam keadaan lemahpun mira selalu menyediakan apapun yang di butuhkan suaminya, dan mengantar makanan ke kantor adalah hal yang biasa mira lakukan, meskipun deni tak pernah memakan makanan yang mira antar untuknya,meskipun seperti itu namun tak henti-hentinya mira lakukan hal itu tepatnya pukul 10 siang adalah jam mira mengantar makananya, mira selalu sabar dan tabah menghadapi sikap suaminya,hingga suatu hari mira sedang tertidur lemah karena sakit ,terdengar suara perempuan berbisik lemah di kamar tamu rumahnya,mira segera bangun dengan keadaan yang sangat lemah lalu membuka pintu kamar yang terdengar bisikan perempuan ,mira sangat terkejut melihat deni bersama perempuan lain sedang melakukan hal layaknya hubungan suami istri,,,, ’’maaaass,kenapa tega lakukan itu’’ucap mira…’’wajah tak berdosa Nampak dalam muka deni begitu juga wanita yang melayani deni,, ’’oooohhh,,jadi ini mas wanita yang sudah ngebohongin dan ngehianatin mas’’ucap wanita itu,,mira hanya bisa menangis,,deni dan wanita itu pun segera meninggalkan rumah,,,,,,mira hanya bisa berdoa dan tak mampu sedikitpun mira mengucapkan kata cerai,begitu juga deni,namun deni selalu melakukan hal supaya membuat mira mengucapkan kata cerai terlebih dahulu,namun mira tetap mempertahankan hidup bersama deni. Suatu hari tepatnya pukul 10,deni merasa dalam hatinya bahwa hari itu ada yang kurang dengan dirinya,deni pun ingat ternyata mira tak mengantarkan makanan untuknya,meskipun ia tak pernah memakan makanan itu namun deni merasa kurang karena hari itu tak ada kebiasaan yang selalu deni saksikan di jam itu,baru kali itu mira tak mengantar makanan untuk suaminya,,dalam benak deni ‘’akhirnya dia nyerah juga dengan sikapku,ini yang aku tunggu dari dulu’’ Tepatnya pukul 12 siang deni bermaksud pulang untuk mengambil surat yang pernah ia titipkan dulu sebelum mereka menikah,setibanya di rumah deni sangat senang karena rumahnya telah sepi dan tak ada mira lagi di rumahnya,sesampainya di kamar deni melihat mira tergeletak di pinggir lemari tempat menyimpan surat itu,segera deni melihat keadaan mira dan mira sudah tak bernyawa lagi,dengan sebuah pena yang masih ia pegangnya dan kertas di pinggirnya mira menuliskan pesan terakhirnya untuk deni’’maafkan aku mass,aku tak mengantarkanmu makanan tadi pagi dan maafkan aku,aku tak bisa menjaga amanahmu dengan baik,surat itu ada yang ngambil tepatnya pukul 10 tadi’’dengan tulisan yang menandakan dirinya sangat lemah untuk menuliskan pesan itu,tubuh deni bergetar disertai keringat yang tak menentu,kemudian deni mencoba menghubungi dokter menggunakan ponsel mira karena ponselnya ketinggalan di kantornya,dalam kontaknya terdapat nomor ponsel dengan nama ‘’dokter langganan’’segera deni menghubungi nomor itu dan tak lama kemudian tibalah dokter di rumahnya,,,melihat mira yang sudah meninggal dunia dokter berkata’’isteri yang sholehah’’,,,,,, ’’dokter kenal istri saya???’’tanya deni, ’’yaa,,saya kenal ,dia pasienku,setiap tiga hari sekali ibu mira datang padaku untuk memeriksa penyakit kankernya’’jawab dokter,,,,,,,,,,,, dengan kaget sahut deni’’apa dok???isteri saya punya penyakit kanker??’’,,,,, ’’iya betul,kenapa anda tidak tau dengan keadaan istri anda sendiri’’……………..air mata tak hentinya keluar dari mata pengusaha itu,maafkan aku,aku telah menyia-nyiakan kamu,,aku telah menyakiti kamu,tanpa aku sadar akupun telah melakukan hal serupa dulu sepertimu,,mungkin ini balasannya untukku,,maafkan akuuuu,,,,,deni hanya bisa menangis dan menyesali perbuatannya,,,